Siapa Sih Pembeli Di Warung Bos? (Edisi Keluarga Kecil)

Selamat siang Bos warung (kalau Bos baca artikel ini dipagi hari ya hehe). Gimana kabarnya Bos? Kabar usahanya gimana? Lancar? Ramai? atau malah lagi sepi? Mudah-mudahan sih selalu ramai ya Bos😉.

Kita bahas mengenai Siapa Sih Pembeli Di Warung Bos, yuk!

Sembako memang dibutuhkan banyak orang, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, karyawan dan bahkan mahasiswa. Tapi, udah kenal belum siapa yang biasanya belanja sembako?! Kenapa hal demikian perlu dibahas? yaa… karena ini juga bisa jadi strategi jualan Bos warung bahkan ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk belanja stok warung loh!

Kita mulai dari lokasi warung deh, warung Bos ini lokasinya dimana? perumahan? deket kampus? atau dimana nih? hehe. Sebagai contoh lokasi warung Bos berada di perumahan para pasangan muda, Bos perlu kenalan eh maksudnya mengenal kebiasaan pasangan muda (suami-istri) atau keluarga kecil itu seperti apa, biasanya barang apa yang mereka suka beli di warung. Pasangan muda biasanya masih giat-giatnya nih kerja, cari uang, entah suaminya aja atau suami dan istrinya. Jadi gimana ya mengenal merekanya?

Untuk awal memang pasti kita gak bisa langsung tau kebiasaan pembeli kit aitu seperti apa, pelan-pelan tapi pasti aja. Pasangan muda yang keduanya bekerja, biasanya sibuk. Pagi-pagi udah berangkat, pulang mungkin udah hampir gelap. Nah untuk hal demikian, Bos bisa untuk stok produk yang cukup instant untuk membantu pasangan muda ini, biar si Bunda gak repot. Contohnya stok produk sereal, roti atau susu untuk sarapan, jadi ketika Bunda gak ada waktu untuk masak karena harus kerja, Bunda tersebut bisa belanja menu sarapan yang mudah di warung Bos.

Tapi….kalau Bundanya gak kerja, kira-kira gimana tuh? ya stok sembako yang bisa diolah Bos. Misalnya seperti beras, gas, air galon, bumbu dapur atau telur. Biasanya kalau ada orang di rumah, porsi makan yang dibutuhkan lebih banyak daripada yang sibuk atau jarang di rumah. Jangan lupa, kalau para pasangan tersebut punya anak, Bos juga bisa stok makanan ringan supaya si anak bisa jajan juga nanti.

Semakin banyak variasi produk di warung Bos, semakin banyak pilihan para Bunda, Ayah dan si Anak tersebut belanja. Apalagi kalau lokasi warung Bos strategis, alias deket banget sama rumah mereka, beuuuuh mantaaap deh!

Jangan fokus ke makanan aja, coba perhatikan hal lainnya. Bisa dilihat dari kebiasaan pribadi, gak cuma makan aja kan? pasti ada kegiatan cuci mencuci, yak betul! stok produk cuci mencuci. Mulai dari sabun cuci piring, detergen, pewangi, pembersih lantai dan lainnya.

Produknya emang banyak banget sih dan mereknya pun beragam. Bos bisa coba dari merek yang biasa Bos gunakan, gapapa kok. Nanti lama-lama Bos akan tau sendiri merek-merek yang biasa mereka gunakan. Perhatiin deh kalau ke warung, kadang nyebutnya tuh merek bukan produknya, contoh aja nih ya “Pak, ada rinso gak?” padahal rinso tuh merek loh. Kan kalau gini jadi tau apa yang biasa dipakai oleh pembeli.

Namanya keluarga pasti ada Bunda, Bapak dan Anak. Kasih perhatian sedikit deh buat si Bapak. Kira-kira Bapak suka jajan apa di warung? Kalau dari beberapa Bapak yang tim Waserda temuin sih ya rokok, kopi sama minuman botolan gitu Bos. Walaupun kadang Bapak nitip sama Bunda pas ke warung tapi yang pakai produk tersebut si Bapak loh ya.

Sekali ke warung, Bunda, Bapak dan si Anak udah bisa dapetin produk yang biasa dibeli. Betul gak? Jadi stok produk tuh ada strateginya juga. Harus mengenali “Siapa sih pembelinya?”. Kalau udah kenal, kan muterin modalnya lebih cepet, enak dan mudah.

Jangan lupa produk-produk umum kayak obat-obatan. Tapi jangan berharap pembelinya sakit hehe. Jualan aja sebagai antisipasi dikalau dibutuhkan sama pembeli.

Segitu dulu ya Bos. Kira-kira mau bahas apalagi nanti?

 

Oiya kenalan yuk kita di sosial media, jangan lupa ya!

Instagram: www.instagram.com/waserdaseller

Facebook: www.facebook.com/waserdaseller

Download juga aplikasinya, daftar untuk ningkatin penjualan warung Bos nih!

Playstore: Waserda Seller: Jualan Sembako – Aplikasi di Google Play

UMKM dan Pandemi

Tidak dapat pungkiri, sejak pandemi covid-19 hadir di Indonesia, beberapa sektor mengalami perubahan. Hal ini pun kerap dialami oleh para pegiat UMKM di Indonesia. 

Dikutip dari binis.tempo.co, sebanyak 47% pegiat UMKM mengalami gulung tikar. Wabah virus corona ini sangat memberikan dampak besar bagi pegiat UMKM. Menurut Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UMKM Indonesia, kebanyakan UMKM mengalami masalah kesehatan arus kas atau dapat dikatakan memiliki masalah terbesar dari segi keuangan, sehingga beberapa pegiat UMKM dengan terpaksa harus merumahkan karyawannya.

Tidak hanya dari segi keuangan, bahkan untuk supply stok produk mereka pun mengalami kendala. Terlebih pemerintah juga mengeluarkan kebijakan PSSB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di tahun 2020 dan kini ditahun 2021, Pemerintah Kembali mengeluarkan kebijakan untuk PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) untuk wilayah Jawa-Bali.

Apa yang dapat dilakukan para pegiat UMKM saat masa pandemi?

Teknologi terus berkembang, tidak ada salahnya UMKM pun mengembangkan usahanya secara melalui online. Penjualan secara online dapat dikatakan sebagai penjualan yang lebih luas. Hal ini juga dirasa cukup membantu untuk mengangkat penjualan yang terkendala dimasa pandemi. Namun, sebaiknya sebagai pengusaha pun perlu mengetahui bagaimana berwirausaha secara online agar terhindar dari hal-hal yang yang tidak diinginkan.

Bagaimana untuk berwirausaha secara online?

Utamanya, sebagai wirausaha harus mengenal platform atau media yang digunakan untuk usahanya. Gunakanlah platform atau media yang cocok dan sesuai dengan bentuk usaha yang dimiliki. Mungkin, sebelum menggunakan media online, target penjualan lebih sempit namun dengan menggunakan media online target penjualan perlu diubah karena lebih luas, tetapi jangan lupa tetap perhatikan target penjualan sesuai dengan produk yang ditawarkan. Tidak ada salahnya sebagai pegiat UMKM untuk memperbanyak ilmu berjualan secara online melalui seminar online yang diselenggarakan beberapa penyelenggara. Hal tersebut bermanfaat untuk menambah wawasan dari apa yang mungkin belum diketahui sebelumnya. Sehingga dalam prakteknya bisa lebih memahami apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan.

Pandemi belum berakhir, kita tetap harus berpikir. Bukan hanya tugas pemerintah untuk melawan pandemi Covid-19, kini semua menjadi tanggung jawab bersama. UMKM merupakan salah satu pendorong perekonomian bangsa. Sehingga, kita harus sama-sama bangkit dan berjuang melawan pandemi ini dengan segala kemampuan yang dimiliki.

#waserda #waserdaid #warungserbaada #umkmdanpandemi #lawanpandemi #bergerakbersama

Nah untuk tahap utama memiliki usaha, alangkah baiknya kita paham terlebih dahulu tentang brand awareness ya. Ingin tahu lebih lanjut tentang brand awareness? Yuk ikut webinar perdana Waserda yaitu #WSRD01 bersama Romi Angger Hidayat yang berjudul “Mengenal tujuan dan Membangun Strategi Branding untuk UMKM di Sosial Media

Halo bos warung dan tetangga Indonesia!⁣

Ada kabar menarik nih, Waserda akan mengadakan webinar perdana yang membahas tentang branding awareness untuk UMKM⁣

Untuk webinar perdana ini, @romijabrand yang merupakan founder @jagoan.branding dan @brandstory.indonesia akan berbagi ilmu tentang branding dan strateginya untuk usaha bos warung Indonesia⁣

‼️ Catat tanggalnya ya ‼️

“Mengenal Tujuan dan Membangun Strategi Branding untuk UMKM di Sosial Media”
🗓️ Senin, 11 Oktober 2021⁣
⏰ Pukul 14.00 – 15.00 WIB⁣
📍 Zoom Meeting, Online ⁣
📝Untuk umum dan GRATIS ⁣
📃 E-Certificate ⁣

📩 link regristration ⁣
https://bit.ly/WSRD01⁣
-⁣
Contact Person :⁣
Alifia (087883395868)⁣

Yuk, ikutan webinar ini dan segera daftar dengan scan QR code yang tertera atau melalui tautan pendaftaran webinar #wsrd01. GRATISSS!⁣

Punya Usaha, Sudah Paham Brand Awareness?

Punya Usaha, Sudah Paham Brand Awareness?

Brand awareness dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan kesadaran merek. Dalam arti lain brand awareness merupakan kemampuan masyarakat sebagai konsumen dalam mengenal merek, produk maupun jasa. Mempromosikan suatu produk baru atau menghidupkan kembali produk lama merupakan salah satu langkah dalam membangun brand awareness.

Ketika kita memiliki sebuah usaha dalam bidang apapun, brand awareness merupakan suatu hal penting yang perlu diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan brand awareness dapat menjadi alat ukur sebuah merek. Bagaimana masyarakat (konsumen) membeli produk atau menggunakan jasa layanan untuk pertama kalinya atau seterusnya.

Sebagai pelaku usaha berusaha untuk mempertahankan atau menaikkan brand awareness mereka. Jika terjadi penurunan dalam usahanya, para pelaku usaha akan merubah strategi guna meningkatkan Kembali brand awareness usaha mereka. Brand Awareness sendiri memiliki tiga tingkatan yang perlu diketahui dan dipahami:

  1. Brand recognition atau aided recall

Kondisi dimana konsumen mengenali suatu produk ketika mereka melihat produk tersebut.

  1. Brand recall atau unaided recall

Kondisi dimana konsumen mampu mengingat sebuah merek produk atau layanan jasa.

  1. Top of mind awareness

Merek yang muncul pertama kali dipikiran konsumen saat mereka memikirkan produk atau layanan tertentu.

Bagaimana Cara Membangun Awareness?

Brand awareness dapat dibangun dengan pemasaran produk ataupun jasa baik secara offline maupun online. Di era digital ini, membangun brand awareness secara online dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, sehingga dapat dikatakan lebih efisien dan praktis.. Namun, segala sesuatunya memerlukan pertimbangan sesuai dengan produk atau layanan jasa yang ditawarkan.

Mebangun brand awareness melalui online dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:

  1. Social Media

Hal ini dikarenakan sosial media menjadi konsumsi wajib masyarakat saat ini. Pada sosial media ini, kamu wajib membuat konten yang relevan dan konsisten serta mampu untuk berinteraksi dengan dengan audience didalamnya.

  1. Content Marketing

Pada konten marketing ini sebuah merek harus menyajikan konten yang bernilai baik, bernilai informasi dan sajikan hiburan didalamnya. Konten tersebut yang akan menentukan ketertarikan audience terhadap sebuah merek.

  1. Business Development

Melakukan kerja sama dengan pihak lain juga dapat meningkatkan brand awareness lebih luas dengan menargetkan persona pelanggan namun bukan bersaing. Dengan kerja sama tersebut keduabelah pihak dapat saling mendukung dalam pemasaran merek.

Tidak hanya dibangun secara online, namun brand awareness juga dapat dibangun secara offline diantaranya dengan cara:

  1. Melalui Iklan Konvensional

Cara ini bisa dilakukan dengan membuat iklan sebuah merek melalui tv, radio, poster dan lainnya. Meskipun biaya yang dibutuhkan beberapa iklan konvensional terbilang cukup besar, namun dengan cara ini dapat menarik audience secara luas.

  1. Mengikuti Bazar Offline

Pada bazar offline tentunya akan banyak merek yang dipamerkan, oleh karena itu kamu harus memiliki strategi agar merek kamu dilirik oleh pengunjung.

  1. Memberikan Merchandise

Merchandise dapat menjadi bentuk terima kasih kepada masyarakat. Tentu saja hal ini dapat meningkatkan brand awareness. Buatlah merchandise yang unik dan menarik sehingga dapat selalu diingat masyarakat.

Oleh karena itu, sebagai pemilik usaha sebaiknya kamu memahami brand awareness. Brand awareness dapat menjadi pintu penjualan. Masyarakat biasanya akan memutuskan untuk membeli suatu produk ketika mengetahui mereknya. Salah satu produk yang dapat dikatakan berhasil dalam melakukan brand awareness adalah Aqua. Beberapa orang bahkan menyebut air mineral adalah Aqua, padahal  tidak semua air mineral adalah Aqua.

Untuk mencapai hal tersebut tentunya membutuhkan strategi yang baik dan matang. Selain itu juga melakukan proses yang panjang dan melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuannya.

Ingin tahu lebih lanjut tentang brand awareness? Yuk ikut webinar perdana Waserda yaitu #WSRD01 bersama Romi Angger Hidayat yang berjudul “Mengenal tujuan dan Membangun Strategi Branding untuk UMKM di Sosial Media

Halo bos warung dan tetangga Indonesia!⁣

Ada kabar menarik nih, Waserda akan mengadakan webinar perdana yang membahas tentang branding awareness untuk UMKM⁣

Untuk webinar perdana ini, @romijabrand yang merupakan founder @jagoan.branding dan @brandstory.indonesia akan berbagi ilmu tentang branding dan strateginya untuk usaha bos warung Indonesia⁣

‼️ Catat tanggalnya ya ‼️

“Mengenal Tujuan dan Membangun Strategi Branding untuk UMKM di Sosial Media”
🗓️ Senin, 11 Oktober 2021⁣
⏰ Pukul 14.00 – 15.00 WIB⁣
📍 Zoom Meeting, Online ⁣
📝Untuk umum dan GRATIS ⁣
📃 E-Certificate ⁣

📩 link regristration ⁣
https://bit.ly/WSRD01⁣
-⁣
Contact Person :⁣
Alifia (087883395868)⁣

Yuk, ikutan webinar ini dan segera daftar dengan scan QR code yang tertera atau melalui tautan pendaftaran webinar #wsrd01. GRATISSS!⁣