Kisah Pak Damar Menghidupkan lagi Warung Sembakonya yang Hampir Tutup saat Pendemi

Kisah Pak Damar Menghidupkan lagi Warung Sembakonya yang Hampir Tutup saat Pendemi

 

                Covid-19 yang sudah hampir 3 tahun mewabah di seluruh negara, termasuk di Indonesia. Kasus positif Covid-19 di Indonesia pertama kali dideteksi pada tanggal 2 Maret 2020, ketika dua orang terkonfirmasi tertular dari seorang negara Jepang. Awal mula ini mengakibatkan dampak buruk kondisi pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia, terutama dibidang ekonomi. Para pemilik usaha besar dan UMKM pun merasakan penurunan secara drastis akan usaha yang mereka kelola. Bukan rakyat kecil saja yang merasakan dampaknya, tetapi rakyat menengah dan atas merasakan dampak yang sama akibat Pendemi. Kebijakan lockdown yang cukup lama dilaksanakan pemerintah, membuat masyarakat dilarang untuk keluar rumah, tempat hiburan,tempat makan,pusat perbelanjaan jadi sepi pengunjung, termasuk warung-warung kecil. Hal ini juga dirasakan oleh salah satu pemilik warung sembako yang berada di kota Bekasi, bernama Pak Damar.

Pak Damar yang kini berusia 45 Tahun, sudah mendirikan usaha warung sembako sejak tahun 2012, jadi sudah 10 tahun warungnya berdiri tepat di samping rumahnya. Ya karena rumah Pak Damar memiliki tanah yang cukup luas, beliau memutuskan membuat ruangan untuk berjualan sembako “daripada saya harus menyewa kios lagi akan keluar uang kan, ya saya manfaatkan ruangan yang ada aja kebetulan masih bisa di buat warung ruangan sebelah sini” ujar Pak Damar bercerita.

Sejak warung Pak Damar buka 10 tahun yang lalu selalu ramai, tidak hanya tetangga sekitar saja yang datang, tetapi masyarakat yang sambil lewat pun banyak yang berhenti untuk sesekali membeli minuman ataupun yang lainnya. Di warung Pak Damar juga tersedia berbagai produk sembako yang cukup lengkap. Letak warung yang juga strategis tepat di jalan raya dan di sekitar perumahan yang berada di kota Bekasi membuat tetangga sekitar juga sudah tau warung yang dimiliki Pak Damar ini. Membuka usaha warung sembako selama 10 tahun tidaklah mudah, banyak rintangan yang dilewati oleh Pak Damar dari keuntungan atau juga kerugian pernah di rasakan. “Ya Namanya juga berusaha, gak selamanya untung pasti ada anjloknya, ya di syukuri aja walau saya pernah mau menyerah saat pendemi kemarin”, ujar Pak Damar mengatakan. Ya betul sekali siapa sih yang gak merasakan dampak dari Pendemi di Indonesia sejak awal tahun 2020, hal ini juga di rasakan oleh Pak Damar. Memang sembako selalu dibutuhkan masyarakat setiap harinya, tetapi jika stock di warung abis tidak bisa belanja keluar, sedangkan saat Pendemi kota Bekasi harus mengikuti kebijakan pemerintah dengan adanya Lockdown Total, masyarakat dilarang untuk keluar jika tidak ada keperluan yang mendesak. “Saya kan biasanya belanja stock di warung kan di toko grosir langganan, tapi saat pendemi tutup karena karyawan nya pada pulang semua sebelum ada lockdown dan tokonya lagi ada kerugian akibat itu. Saya belanja disana karena murah yang lain mahal. Terus saat pendemi waktu itu, sepi yang datang ke warung buat belanja kalaupun ada hanya 1-2 orang saja, karena larangan pemerintah untuk keluar sama banyak yang terkena Covid-19 juga. Yang ramai itu warung makan yang pada bisa online, sampai pusing saya saat itu rasa menyerah selalu datang dan sempat mikir untuk ganti usaha.” Ujar Pak Damar bercerita.

Saat Pendemi, warung Pak Damar memang benar-benar sepi pembeli, kendalanya juga karena di warung tidak ada yang mengantar. Dulu Pak Damar memiliki kurir warung tapi sebelum pendemi, kurir mengundurkan diri karena harus pulang kampung merawat anaknya yang sakit. Pak Damar hampir menyerah menunggu para pembeli yang datang untuk berbelanja ke warungnya, yang biasanya keuntungan selalu ada tiap harinya, tapi saat itu kerugian yang didapatkan, hampir 1 tahun berjalan hal itu dirasakan terus oleh Pak Damar, belum lagi untuk makan dan kebutuhan sehari-hari terkadang Pak Damar memakai keuntungan yang dihasilkan dari warung. Memasuki awal tahun 2021 Pak Damar hampir menutup warungnya, tetapi anak Pak Damar yang pertama dan berusia 20 Tahun bernama Indah berbincang dengan beliau mengenai jualan online di E-Commerce “Anak saya yang perempuan yang baru mulai kuliah ajak mengobrol saya katanya “Pak jangan menyerah, Bapak kan bisa jualan online nanti masukin aja produk yang bapak jual ke E-Commerce nya”. Saat anak saya ngomong gitu, saya mana mengerti soal online-online tapi anak tunjukin dan mengajari saya. Akhirnya saya coba belajar aja.” Ujar Pak Damar. Setelah itu Pak Damar mendaftarkan warungnya di salah satu E-Commerce yang ada dan mulai berjualan online, walaupun belum mahir, anak Pak Damar yang membantunya juga. Tahun 2021 Pendemi masih ada dan juga cukup tinggi yang terkena Covid-19. Awal berjualan online juga tidak semudah yang Pak Damar bayangkan ternyata juga masih sepi yang belanja, tapi kali ini Pak Damar tidak menyerah, beliau mempromosikan warungnya melalui WhatsApp agar tetangga dan kerabatnya mengetahui kalau belanja sembako di warungnya sudah bisa online. Lalu yang mengantar pesanan bagaimana? “Yang jadi kurir warung ya saya sendiri, istri saya, dan ada keponakan saya yang membantu juga jadi ganti-gantian aja deh” ujar Pak Damar mengatakan. Setelah pertengahan bulan jualan online nya berjalan, keuntungan yang di dapatkan Pak Damar hampir stabil lagi walaupun belum banyak tapi juga cukup memberikan kebutuhan untu keluarga. Hingga saatnya tiba di Tahun 2022 sampai sekarang kondisi Covid-19 mengalami penurunan, yang berbelanja di warung Pak Damar langsung mulai normal kembali dan tentunya keuntungan jualan online juga semakin bertambah, dan Pak Damar juga lebih fokus untuk berjualan online. “Alhamdulillah saya sangat bersyukur, emang benar gak ada masalah yang gak ada jalan keluar, dengan sabar,ikhlas,tawakal pasti ada jalan yang penting jangan menyerah.” Ujar Pak Damar dengan wajah tersenyum.

Siapa nih Bos warung yang pernah merasakan seperti Pak Damar? dan apa yang sudah dilakukan?  Intinya jangan menyerah ya tetap semangat untuk Berjualan Bos! 👍😊

Tingkatkan Jualan Sembako Lewat Online, Simak Caranya!

Tingkatkan Jualan Sembako Lewat Online, Simak Caranya!

Berjualan secara online semakin menarik untuk dijalankan, apalagi di era digital seperti sekarang ini, apa-apa yang dibutuhkan, masyarakat lebih memilih online dibandingkan offline. Lalu sebenarnya apakah Bos sudah paham mengenai penjualan online?

Penjualan online adalah melakukan aktifitas penjualan dari mencari calon pembeli sampai menawarkan produk atau barang dengan memanfaatkan jaringan internet yang didukung dengan seperangkat alat elektronik sebagai penghubung dengan jaringan internet. Mencari calon pembeli secara online bisa dilakukan dengan cara iklan atau promosi dijaringan internet. Untuk iklan diinternet bisa dipilih yang berbayar atau yang gratis. Yaitu dengan memasang materi iklan atau iklan kita pada jaringan internet. Karena saat ini sudah banyak situs atau web yang menyediakan fasilitas iklan atau promosi gratis dengan jangkauan yang luas. Dan untuk hal ini bisa dilakukan dengan sangat mudah. Menawarkan produk atau barang, Hal ini bisa dilakukan oleh penjual dengan cara memasang katalog produk atau barang yang disertai keterangan pendukungnya. Untuk hal ini diperlukan adalanya katalog online yang baik agar penjualan online bisa memberikan hasil yang optimal.  Selain membuat iklan untuk promosi, Platform Jualan Online dan E-commerce berjualan kini juga sudah banyak tersedia agar memudahkan para pemilik usaha bisa meningkatkan jualannya secara online.

Usaha apa aja yang bisa bergerak untuk berjualan online? semua bidang usaha apapun bisa dari fashion,skincare,jasa, dan usaha warung sembako pun juga bisa. Apalagi penjualan sembako sangat menjanjikan sekarang ini, karena masyarakat akan selalu membeli kebutuhan pokok setiap harinya. Apakah bisa pemilik usaha warung sembako meningkatkan penjualannya lewat online? Tentu saja bisa dong! tetapi sebelum itu Bos harus mengetahui cara apa aja sih yang harus di lakukan dalam berjualan sembako secara online agar penjualan Bos Warung bisa meningkat. Simak caranya berikut ini ya,

  1. Tentukan dulu sembako apa yang ingin dijual

Namanya juga Sembilan bahan pokok, pasti banyak dong produknya. Tetapi Bos harus mempertimbangkan barang kebutuhan apa yang mampu disediakan di toko online nantinya. Bos harus mengetahui juga kebutuhan rumah tangga apa yang paling laris dan dicari oleh masyarakat. Dan produk juga harus bisa tahan lama dan aman, karena jika ada pengiriman yang jauh pasti waktu kirim akan lama.

  1. Mencari grosir/distributor yang terpecaya

Bila sebelumnya Bos sudah punya toko kelontong atau warung konvensional, disarankan Bos sudah punya toko grosir langganan terpercaya. Grosir atau supplier barang pokok akan memudah Bos menyediakan berbagai produk jualan partai besar dengan harga murah dan logistik yang efisien. Hal ini menjadi lebih potensial untuk mengembangkan bisnis sembako toko online bila sudah bekerja sama dengan grosir atau distributor berkualitas. Pasalnya, stok barang dagangan Anda harus selalu siap di toko sembako online.

  1. Bergabung dengan E-Commerce atau Platform Jualan Online lainnya

Cara berjualan sembako secara online pastinya dengan mendaftarkan warung Bos di E-Commerce atau Platform Jualan Online lainnya, lalu setelah itu warung bisa di promosikan. Tapi harus di ingat ketentuan berjualan online sesuai peraturan dan syarat yang berlaku. Hal ini bisa Bos manfaatkan sebaagai wadah aplikasi jualan sembako.

  1. Membuat strategi pemasaran

Strategi pemasaran sangat penting dalam berbisnis secara online maupun offline, karena nantinya strategi pemasaran yang dilakukan menjadi penentu berjalan baik atau tidaknya bisnis yang dijalankan. Ada berbagai pilihan straategi pemasaran mulai dari, memasarkan melalui media sosial, membuat branding toko dengan konten yang menarik.

  1. Membuat program promosi

Siapa sih yang tidak suka sama harga promo? hampir 80% pembeli suka berbelanja online karena ada banyak diskon yang ditawarkan. Bos bisa membuat program promosi beli 1 gratis 1, promo produk paket sembako,potongan harga, ataupun voucher belanja gratis.

  1. Jangan lupa harus interaksi dengan pembeli

Bos juga harus merespon pesan,review dan testimoni dari pembeli di platform jualan online yang digunakan. Dengarkan saran dan keluhan mereka untuk memperbaiki kualitas dan pelayanan warung Bos. Ini juga cara agar Bos bisa dekat dengan pembeli supaya mereka tetap belanja di warung online Bos.

Itulah beberapa cara agar Bos bisa meningkatkan penjualan sembako secara online, jangan lupa di terapkan ya. Bos juga bisa loh bergabung dengan Waserda Seller untuk berjualan online. Bos cukup download aplikasinya di Playstore atau dengan klik link berikut ini ya Waserda Seller: Jualan Sembako – Apps on Google Play lalu tinggal daftarin warung Bos deh. Semangat terus untuk berjualan ya Bos! Karena tidak ada usaha yang mengkhianati hasilnya!

UMKM dan Pandemi

Tidak dapat pungkiri, sejak pandemi covid-19 hadir di Indonesia, beberapa sektor mengalami perubahan. Hal ini pun kerap dialami oleh para pegiat UMKM di Indonesia. 

Dikutip dari binis.tempo.co, sebanyak 47% pegiat UMKM mengalami gulung tikar. Wabah virus corona ini sangat memberikan dampak besar bagi pegiat UMKM. Menurut Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UMKM Indonesia, kebanyakan UMKM mengalami masalah kesehatan arus kas atau dapat dikatakan memiliki masalah terbesar dari segi keuangan, sehingga beberapa pegiat UMKM dengan terpaksa harus merumahkan karyawannya.

Tidak hanya dari segi keuangan, bahkan untuk supply stok produk mereka pun mengalami kendala. Terlebih pemerintah juga mengeluarkan kebijakan PSSB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di tahun 2020 dan kini ditahun 2021, Pemerintah Kembali mengeluarkan kebijakan untuk PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) untuk wilayah Jawa-Bali.

Apa yang dapat dilakukan para pegiat UMKM saat masa pandemi?

Teknologi terus berkembang, tidak ada salahnya UMKM pun mengembangkan usahanya secara melalui online. Penjualan secara online dapat dikatakan sebagai penjualan yang lebih luas. Hal ini juga dirasa cukup membantu untuk mengangkat penjualan yang terkendala dimasa pandemi. Namun, sebaiknya sebagai pengusaha pun perlu mengetahui bagaimana berwirausaha secara online agar terhindar dari hal-hal yang yang tidak diinginkan.

Bagaimana untuk berwirausaha secara online?

Utamanya, sebagai wirausaha harus mengenal platform atau media yang digunakan untuk usahanya. Gunakanlah platform atau media yang cocok dan sesuai dengan bentuk usaha yang dimiliki. Mungkin, sebelum menggunakan media online, target penjualan lebih sempit namun dengan menggunakan media online target penjualan perlu diubah karena lebih luas, tetapi jangan lupa tetap perhatikan target penjualan sesuai dengan produk yang ditawarkan. Tidak ada salahnya sebagai pegiat UMKM untuk memperbanyak ilmu berjualan secara online melalui seminar online yang diselenggarakan beberapa penyelenggara. Hal tersebut bermanfaat untuk menambah wawasan dari apa yang mungkin belum diketahui sebelumnya. Sehingga dalam prakteknya bisa lebih memahami apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan.

Pandemi belum berakhir, kita tetap harus berpikir. Bukan hanya tugas pemerintah untuk melawan pandemi Covid-19, kini semua menjadi tanggung jawab bersama. UMKM merupakan salah satu pendorong perekonomian bangsa. Sehingga, kita harus sama-sama bangkit dan berjuang melawan pandemi ini dengan segala kemampuan yang dimiliki.

#waserda #waserdaid #warungserbaada #umkmdanpandemi #lawanpandemi #bergerakbersama

Nah untuk tahap utama memiliki usaha, alangkah baiknya kita paham terlebih dahulu tentang brand awareness ya. Ingin tahu lebih lanjut tentang brand awareness? Yuk ikut webinar perdana Waserda yaitu #WSRD01 bersama Romi Angger Hidayat yang berjudul “Mengenal tujuan dan Membangun Strategi Branding untuk UMKM di Sosial Media

Halo bos warung dan tetangga Indonesia!⁣

Ada kabar menarik nih, Waserda akan mengadakan webinar perdana yang membahas tentang branding awareness untuk UMKM⁣

Untuk webinar perdana ini, @romijabrand yang merupakan founder @jagoan.branding dan @brandstory.indonesia akan berbagi ilmu tentang branding dan strateginya untuk usaha bos warung Indonesia⁣

‼️ Catat tanggalnya ya ‼️

“Mengenal Tujuan dan Membangun Strategi Branding untuk UMKM di Sosial Media”
🗓️ Senin, 11 Oktober 2021⁣
⏰ Pukul 14.00 – 15.00 WIB⁣
📍 Zoom Meeting, Online ⁣
📝Untuk umum dan GRATIS ⁣
📃 E-Certificate ⁣

📩 link regristration ⁣
https://bit.ly/WSRD01⁣
-⁣
Contact Person :⁣
Alifia (087883395868)⁣

Yuk, ikutan webinar ini dan segera daftar dengan scan QR code yang tertera atau melalui tautan pendaftaran webinar #wsrd01. GRATISSS!⁣

Punya Usaha, Sudah Paham Brand Awareness?

Punya Usaha, Sudah Paham Brand Awareness?

Brand awareness dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan kesadaran merek. Dalam arti lain brand awareness merupakan kemampuan masyarakat sebagai konsumen dalam mengenal merek, produk maupun jasa. Mempromosikan suatu produk baru atau menghidupkan kembali produk lama merupakan salah satu langkah dalam membangun brand awareness.

Ketika kita memiliki sebuah usaha dalam bidang apapun, brand awareness merupakan suatu hal penting yang perlu diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan brand awareness dapat menjadi alat ukur sebuah merek. Bagaimana masyarakat (konsumen) membeli produk atau menggunakan jasa layanan untuk pertama kalinya atau seterusnya.

Sebagai pelaku usaha berusaha untuk mempertahankan atau menaikkan brand awareness mereka. Jika terjadi penurunan dalam usahanya, para pelaku usaha akan merubah strategi guna meningkatkan Kembali brand awareness usaha mereka. Brand Awareness sendiri memiliki tiga tingkatan yang perlu diketahui dan dipahami:

  1. Brand recognition atau aided recall

Kondisi dimana konsumen mengenali suatu produk ketika mereka melihat produk tersebut.

  1. Brand recall atau unaided recall

Kondisi dimana konsumen mampu mengingat sebuah merek produk atau layanan jasa.

  1. Top of mind awareness

Merek yang muncul pertama kali dipikiran konsumen saat mereka memikirkan produk atau layanan tertentu.

Bagaimana Cara Membangun Awareness?

Brand awareness dapat dibangun dengan pemasaran produk ataupun jasa baik secara offline maupun online. Di era digital ini, membangun brand awareness secara online dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, sehingga dapat dikatakan lebih efisien dan praktis.. Namun, segala sesuatunya memerlukan pertimbangan sesuai dengan produk atau layanan jasa yang ditawarkan.

Mebangun brand awareness melalui online dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:

  1. Social Media

Hal ini dikarenakan sosial media menjadi konsumsi wajib masyarakat saat ini. Pada sosial media ini, kamu wajib membuat konten yang relevan dan konsisten serta mampu untuk berinteraksi dengan dengan audience didalamnya.

  1. Content Marketing

Pada konten marketing ini sebuah merek harus menyajikan konten yang bernilai baik, bernilai informasi dan sajikan hiburan didalamnya. Konten tersebut yang akan menentukan ketertarikan audience terhadap sebuah merek.

  1. Business Development

Melakukan kerja sama dengan pihak lain juga dapat meningkatkan brand awareness lebih luas dengan menargetkan persona pelanggan namun bukan bersaing. Dengan kerja sama tersebut keduabelah pihak dapat saling mendukung dalam pemasaran merek.

Tidak hanya dibangun secara online, namun brand awareness juga dapat dibangun secara offline diantaranya dengan cara:

  1. Melalui Iklan Konvensional

Cara ini bisa dilakukan dengan membuat iklan sebuah merek melalui tv, radio, poster dan lainnya. Meskipun biaya yang dibutuhkan beberapa iklan konvensional terbilang cukup besar, namun dengan cara ini dapat menarik audience secara luas.

  1. Mengikuti Bazar Offline

Pada bazar offline tentunya akan banyak merek yang dipamerkan, oleh karena itu kamu harus memiliki strategi agar merek kamu dilirik oleh pengunjung.

  1. Memberikan Merchandise

Merchandise dapat menjadi bentuk terima kasih kepada masyarakat. Tentu saja hal ini dapat meningkatkan brand awareness. Buatlah merchandise yang unik dan menarik sehingga dapat selalu diingat masyarakat.

Oleh karena itu, sebagai pemilik usaha sebaiknya kamu memahami brand awareness. Brand awareness dapat menjadi pintu penjualan. Masyarakat biasanya akan memutuskan untuk membeli suatu produk ketika mengetahui mereknya. Salah satu produk yang dapat dikatakan berhasil dalam melakukan brand awareness adalah Aqua. Beberapa orang bahkan menyebut air mineral adalah Aqua, padahal  tidak semua air mineral adalah Aqua.

Untuk mencapai hal tersebut tentunya membutuhkan strategi yang baik dan matang. Selain itu juga melakukan proses yang panjang dan melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuannya.

Ingin tahu lebih lanjut tentang brand awareness? Yuk ikut webinar perdana Waserda yaitu #WSRD01 bersama Romi Angger Hidayat yang berjudul “Mengenal tujuan dan Membangun Strategi Branding untuk UMKM di Sosial Media

Halo bos warung dan tetangga Indonesia!⁣

Ada kabar menarik nih, Waserda akan mengadakan webinar perdana yang membahas tentang branding awareness untuk UMKM⁣

Untuk webinar perdana ini, @romijabrand yang merupakan founder @jagoan.branding dan @brandstory.indonesia akan berbagi ilmu tentang branding dan strateginya untuk usaha bos warung Indonesia⁣

‼️ Catat tanggalnya ya ‼️

“Mengenal Tujuan dan Membangun Strategi Branding untuk UMKM di Sosial Media”
🗓️ Senin, 11 Oktober 2021⁣
⏰ Pukul 14.00 – 15.00 WIB⁣
📍 Zoom Meeting, Online ⁣
📝Untuk umum dan GRATIS ⁣
📃 E-Certificate ⁣

📩 link regristration ⁣
https://bit.ly/WSRD01⁣
-⁣
Contact Person :⁣
Alifia (087883395868)⁣

Yuk, ikutan webinar ini dan segera daftar dengan scan QR code yang tertera atau melalui tautan pendaftaran webinar #wsrd01. GRATISSS!⁣