Perbedaan Ibu Milineal dan Zaman Dulu

Perbedaan Ibu Milineal dan Zaman Dulu

Generasi milineal kini menjadi topik yang hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat. Bukan hanya dari segi pendidikan dan teknologi, tetapi juga perilaku milineal yang berbeda dengan generasi zaman dulu. Milineal atau disebut generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir setelah generasi X. Mereka lahir pada kisaran 1980 – 2000an.

Generasi milineal yang lahir antara tahun 1980-an hingga awal 2000-an dan kini sebagian besar telah jadi orang tua. Berdasarkan data penduduk, satu dari lima ibu masa kini adalah generasi milenial dan jumlahnya pun mencapai hampir 90% dari 1,5 juta ibu baru. Ibu milineal sangat paham dunia digital dan serba modern dalam hal teknologi, tak hanya itu dalam mengaplikasikan pola asuh anak tak ingin sama seperti cara mereka dulu dibesarkan.

Peran ibu untuk mengerti perkembangan teknologi sekarang ini sangatlah penting agar setara dengan pemahaman si anak. Seorang ibu, apalagi seorang ibu yang juga bekerja, memiliki tanggung jawab bukan hanya untuk keluarga tetapi juga pada masyarakat. Untuk itulah kesenjangan kemampuan digital antara orangtua dan anak harus dijembatani dengan melakukan literasi digital. Perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih positif, seperti peningkatan ekonomi keluarga. Tidak hanya untuk Ibu yang kerja saja, ibu yang fokus menjadi ibu rumah tangga pun juga harus mengerti teknologi sekarang ini. Ibu milineal saat ini dalam hal belanja kebutuhan hanya lewat hp saja, karena sudah banyak platform belanja online yang tersedia, jadi bisa belanja sambil mengurus kebutuhan rumah tangga deh. Untuk ibu muda yang baru memiliki anak pun, mereka sudah terbiasa mencari tentang dunia parenting melalui platform online. Selain paham akan perkembangan teknologi, berikut perbedaan ibu milineal dan zaman dulu,

  1. Ibu Jaman Dulu: Sibuk mengurus keperluan anak.

Ibu Jaman Sekarang: Sibuk mencari tempat penitipan anak untuk buah hati mereka.

  1. Ibu Jaman Dulu: Bangun tidur pagi buta, langsung mandi, bersih-bersih rumah dan menyiapkan sarapan maupun bekal suami dan anaknya.

Ibu Jaman Sekarang: Masak dan bersih-bersih itu urusan pembantu, mengasuh anak urusan baby sitter. Ibu harus segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.

  1. Ibu Jaman Dulu:Menyempatkan diri menemani dan membantu anak belajar.

Ibu Jaman Sekarang: Semua diserahkan pada guru sekolah dan guru les.

  1. Ibu Jaman Dulu: Belanja ke pasar, tukang sayur. Belanja keperluan rumah tangga di tempat yang lebih ekonomis.

Ibu Jaman Sekarang: Kan ada supermarket dan online shop? Jangan lupa rajin cek BB, Facebook dan Twitter.

  1. Ibu Jaman Dulu: Ibu rumah tangga, ngurus anak dan suami. Kebutuhan finansial utamanya tanggungan suami.

Ibu Jaman Sekarang: Pendidikan dan kebutuhan rumah tangga nggak murah, so harus ikutan kerja meringankan beban finansial keluarga.

Yes, ini hanya bentuk umum ibu jaman dulu dan sekarang ya Bunda, Kebutuhan jaman dulu dan sekarang memang berbeda, meski begitu prioritas harus sama ya Bun untuk keluarga dan anak. Apapun kesibukan sebagai wanita karir di masa kini, pastikan Bunda harus mempunyai waktu untuk anak dan suami.

Intip Kegiatan ini! Agar Bos Warung tidak Bosan saat Menunggu Pembeli Datang

Intip Kegiatan ini! Agar Bos Warung tidak Bosan saat Menunggu Pembeli Datang

Rasa bosan pasti akan selalu dirasakan oleh setiap orang yang melakukan aktifitas dimanapun mereka berada. Pernah dong kamu merasakan bosan dan jenuh saat melakukan aktifitas yang samaa setiap harinya? Apalagi jika hal itu dirasakan saat di tempat kerja, pasti mata selalu melihat jam dinding dan ingin sekali rasanya berharap waktu cepat berlalu agar bisa cepat pulang. Hal ini sama yang dirasakan pemilik warung menunggu pembeli yang datang tidak menentu, pasti bingung dong untuk menghilangkan rasa bosan harus berbuat apa. Nah kali ini Cesa ingin membagikan tips dan trick agar Bos Warung tidak merasa bosan saat sedang menjaga warung, Simak yuk!

  1. Melakukan Hobi Favorit Bos Warung

Semua orang pasti mempunyai hobi atau hal yang disukai. Cara ini dapat Bos Warung lakukan saat menjaga warung lho. Bos hobi membaca buku? atau membaca berita digital melalui handphone? Bos bisa membawa buku bacaan yang disukai ke warung agar memanfaatkan waktu sambil menunggu pembeli yang datang ke warung. Percaya deh, waktu akan terasa lebih cepat berlalu, jika Bos melakukan hobi ditengah rasa bosan yang melanda.

  1. Mendengarkan Musik/Radio

Sebuah penelitian dari Cornell University mengatakan, bahwa mendengarkan musik dapat membantu meningkatkan produktivitas karyawan. Selain itu mendengarkan music favorit juga dapat membantu menghilangkan rasa bosan dan mengembalikan mood. Nah Bos Warung bisa mencoba hal ini agar tidak merasa bosan saat menunggu pembeli yang datang dan juga warungnya tidak terasa sepi juga kan.

  1. Menyediakan Cemilan Favorit

Makanan dapat mempengaruhi mood saat sedang beraktivitas, emang iya? Iya dong karena saat beraktivitas juga perlu sambil makan biar mood terasa lebih nyaman. Oleh karena itu, Bos warung bisa menyediakan cemilan di warung agar bisa dimakan saat sedang Bosan, tapi ingat ya jangan berlebihan makannya.

  1. Memecahkan Teka-Teki

Memecahkan teka-teki dikala sedang bosan dapat membuat Bos merasa waktu cepat berlalu. Hal ini dikarenakan otak dituntut untuk berpikir agar dapat memecahkan teka-teki tersebut sehingga tidak lagi fokus pada rasa bosan. Tapi jangan terlalu serius ya Bos main teka-tekinya, tetap harus fokus dengan pembeli yang datang dan belanja di Warung.

 

Nah, jadi gimana Bos, sudah tidak bingung lagi dong buat menghilangkan rasa bosan saat menunggu pembeli di Warung? 👍😎

Jangan Sepelekan Pekerjaan Ibu Rumah Tangga!

Jangan Sepelekan Pekerjaan Ibu Rumah Tangga!

Pekerjaan ibu rumah tangga kerap sekali dianggap sepele oleh beberapa orang karena dianggap tidak memerlukan keterampilan khusus. Padahal jika diperhatikan, tidak semua orang mampu menjadi ibu rumah tangga. Bekerja tanpa bayaran, tanpa batas waktu namun harus dapat berpikir dan bergerak untuk segala persoalan di rumah tangga.

Bekerja Tanpa Batas Waktu

Dari awal membuka mata, para ibu rumah tangga sudah mulai berpikir kehidupan seharian yang akan dilakukan. Bagaimana segala persoalan yang akan terjadi dapat diselesaikan hanya dalam waktu singkat. Bahkan disaat semua anggota keluarga sudah Kembali untuk beristirahat, seorang ibu rumah tangga tak henti untuk berpikir dikehidupa esok hari.

Menyangkut beban pikiran, ibu rumah tangga juga memiliki tuntutan pekerjaan yang lebih besar daripada seorang karyawan. Pekerjaan yang tiada henti silih berganti. Mulai dari membereskan rumah, belanja keperluan rumah, memberikan pelayanan terhadap keluarga dan masih banyak yang mungkin tidak dapat disebutkan satu persatu.

Bekerja Tanpa Bayaran

Siapa yang bisa memberikan bayaran seorang ibu rumah tangga? Seseorang yang bekera tanpa batas waktu dan pekerjaan yang tiada henti? Jika ada bayaran untuk seorang ibu rumah tangga tentunya sangat besar dan tidak akan ada yang mampu. Namun, adakah seorang ibu yang bekerja untuk keluarga dengan meminta bayaran? tentunya tidak, seorang ibu bekerja dengan hati, bahkan mungkin tidak sempat untuk berpikir apa yang akan mereka terima, yang terpenting baginya adalah kehidupan keluarganya.

Haru Serba Bisa

Meskipun sering dianggap seorang ibu rumah tangga tidak memerlukan keahlian khusus, namun seorang ibu rumah tangga terkadang dituntut harus serba bisa. Pekerjaan yang bervariasi menuntut para ibu untuk menguasi berbagai bidang keahlian. Demi memastikan kesehatan anggota keluarga, ibu harus mengetahui makanan yang bergizi untuk dihidangkan kepada anggota keluarga, agar kehidupan terus dapat berjalan seorang ibu harus pandai mengatur keuangan dan tentunya masih banyak hal lainnya.

Tidak Memiliki Waktu Untuk Diri Sendiri

Meskipun pekerjaan yang dilakukan hanya di rumah sendiri. Namun rata-rata seorang ibu rumah tangga hanya memiliki waktu 1-7 jam untuk dirinya sendiri. Jadi, jangan berpikir ibu rumah tangga di rumah hanya sekedar berleha-leha, bisa jadi raga mereka beristirahat namun tidak dengan pikirannya.

Sering Merasa Kesepian

Hal ini bisa saja terjadi, terutama untuk ibu rumah tangga yang belum dikaruniai seorang anak. Mereka akan merasa sepi dan sendiri, oleh karena itu kehadiran sang suami sangat dinantikan olehnya. Maka dari itu, meskipun para suami merasa lelah saat pulang bekerja, sempatkanlah waktu untuk berbincang dengan sang istri karena kehadiran sudah sangat dinantikan. 

Apakah menjadi seorang ibu rumah tangga merupakan pekerjaan yang mudah? Meskpun terlihat sederhana namun, beberapa suami yang mencoba menjalani kehidupan menjadi seoarang bapak rumah tangga merasa belum mampu untuk menjalankannya. Waktu terasa sangat lama saat mencoba menjalani hal tersebut, namun untuk para ibu rumah tangga, hal ini harus mereka jalani untuk keluarga. 

7 Hal Rutinitas yang Di Lakukan oleh Ibu Rumah Tangga agar Selalu Bahagia

7 Hal Rutinitas yang Di Lakukan oleh Ibu Rumah Tangga agar Selalu Bahagia

Ketika wanita sudah menikah tentunya tanggung jawabnya akan bertambah untuk mengurusi suami dan keluarganya, tidak menutup kemungkinan jika wanita tersebut bekerja juga harus tetap mengurusi segala kebutuhan keluarganya. Menjadi ibu rumah tangga yang bahagia tentunya impian semua wanita, pekerjaan mengurus rumah,keluarga untuk memastikan segala kebutuhan keluarganya dapat terpenuhi dan membuat rumah terasa nyaman untuk ditinggali, semua itu bukanlah tugas yang mudah. 

Meski demikian hal-hal tersebut, seringkali membuat ibu rumah tangga merasa tidak produktif, sehingga ibu rumah tangga mengalami stres karena merasa pekerjaan tersebut hanya menjadi beban. Padahal bisa loh sambil mengerjakan urusan rumah tangga juga tetap produktif. 

Berikut rutinitas ibu rumah tangga yang bisa membuat bahagia, Bunda bisa melakukannya di rumah untuk mengurangi stres, dan menjadi Bunda yang selalu bahagia yang meluangkan waktunya di rumah untuk keluarga. 

  1. Bangun Pagi 

Apakah sebelum menikah, Bunda juga selalu terbiasa untuk bangun pagi? Jika iya, tentunya hal ini mudah untuk diterapkan saat sudah berkeluarga. Bunda harus bangun lebih pagi dari yang lain untuk menyiapkan semua kebutuhan keluarga di pagi hari itu tanpa perlu terburu-buru. Percaya deh hal ini dapat membuat Bunda bahagia. 

2. Bahagia Memiliki Jadwal Teratur 

Sudah menjadi ibu rumah tangga pastinya harus bisa mengatur jadwal secara teratur, mulai dari jadwal harian,mingguan,dan bulanan agar dapat menyesuaikan jadwal yang tak terduga terjadi nantinya. Namun harus ingat ya Bunda juga tetap terbuka untuk adaptasi jika ada hal yang tidak termasuk di jadwalnya terjadi hari itu. 

3.  Memiliki Daftar Tujuan dan Aturan 

Agar urusan rumah tangga tiap hari dapat berjalan secara baik tanpa adanya kendala, Bunda yang produktif akan memiliki daftar aturan dan tujuan yang ingin dicapai. Bunda harus selalu disiplin terhadap aturan yang telah dibuat untuk seluruh keluarga. 

4. Makan dengan Sehat 

Selain pintar dalam mengurus rumah tangga, Bunda juga harus menjaga Kesehatan diri sendiri ya, makan dengan baik dan pola makan sehat harus menjadi hal yang utama untuk dilakukan. Kalau Bunda sakit, seluruh keluarga pasti akan kewalahan. 

5. Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Bun, gak ada salahnya lho untuk me time. Karena me time merupakan hal yang penting untuk menjaga pikiran agar tetap bahagia. Bila Bunda merasa dicintai dan dihargai, pasti Bunda ingin terus menjadi seseorang yang lebih baik untuk keluarga, oleh karena itu jangan lupa ya Bunda untuk meluangkan waktu memanjakan diri sendiri. 

6. Tidak Takut untuk Meminta Bantuan 

Jadi ibu rumah tangga tidak boleh terlalu angkuh ya, karena dalam kamus Bunda tidak ad aitu rasa angkuh atau gengsi untuk meminta bantuan. Pasti Bunda sadar akan kemampuan yang terbatas, sehinggan jangan ragu ya untuk meminta bantuan pada orang-orang terdekat. Baik bantuan fisik, ataupun emosional saat Bunda membutuhkan teman curhat. 

7. Menerima Kondisi Rumah yang Berantakan 

Sudah menjadi ibu rumah tangga dan tinggal bersama keluarga apalagi sudah mempunyai anak, melihat kondisi rumah yang berantakan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Ingat ya Bunda hal ini tidak perlu disikapi dengan amarah, tetap lakukan hal yang terbaik untuk keluarga dan jangan banyak mengeluh. 

 

Sekarang Bunda sudah tahu dong, rutinitas apa yang akan membuat Bunda selalu bahagia. Bunda gak harus serius setiap saat, tahu kapan waktunya bersantai dan bercanda. Bunda harus terus tetap berusaha untuk menjadi ibu dan istri yang lebih baik untuk keluarga. Yang penting, menjadi ibu rumah tangga yang bahagia, harus selalu mencintai dengan sepenuh hati dan tanpa pamrih. Semangat ya Bunda! 

 

Produk Jualan Online Terlaris di Tahun 2021

Produk Jualan Online Terlaris di Tahun 2021

 

Teknologi digital kiat meroket tajam, terutama dalam bisnis berjualan online . Penjualan via online melalui E-commerce pada tahun 2021 makin menuai rupiah di masa pendemi ini. Per Februari, Bank Indonesia mencatat nominal transaksi penjualan secara daring mencapai Rp27,2 triliun atau naik 45,28 persen dari tahun ke tahun. Volume penjualannya pun mencapai 174,6 juta transaksi atau melonjak 107,1 persen. Sektor ini pun diprediksi akan mencapai total transaksi Rp337 triliun tahun ini atau tumbuh 33%.

Untuk menjadi bagian pengambil manisnya untung berjualan online, Anda perlu mempertimbangkan 2 hal yang penting. Pertama, menimbang untung rugi pemilihan jenis toko daring itu, yang secara teknis lebih mudah membuat lapak di marketplace atau via memakai akun di media sosial lantaran tak mengeluarkan biaya. Ketiga, yang tak kalah penting adalah pemilihan barang yang hendak dijual. Pada tahap ini, memahami tren produk akan jadi kunci.

Memahami tren produk sangat penting bagi kalian untuk memulai usaha berbisnis, terutama bisnis online agar dapat mengetahui apa yang sedang di sukai oleh masyarakat. Berikut beberapa tren produk jualan online yang sedang laris manis di tahun 2021,

1. Kuliner

Laporan Statistik e-Commerce 2020 yang diterbitkan BPS menyebut 30,95 persen penjual daring bergerak di bidang makanan, minuman, dan bahan makanan. Banyaknya penjual makanan ini tak lepas dari sejumlah faktor, di antaranya jumlah penduduk RI yang besar. Ada 270 juta lebih perut yang harus diisi! Tak heran jika BPS mencatat bahwa 56,6 persen produk domestik bruto Indonesia disumbangkan oleh konsumsi rumah tangga, yakni Rp8.966 triliun. Dari angka itu, sekitar 49 persen-nya merupakan konsumsi makanan. Di samping itu, keragaman budaya memicu variasi kuliner dan bumbu serta bahan makanan yang luar biasa besar. Keuntungan di bidang ini adalah kemudahannya dalam mengatur skala produk, berbeda dengan, misalnya, bidang fashion yang memerlukan modal dan skala tertentu. Terlebih, usaha ini di masa pandemi dipermudah dengan keberadaan layanan Ojek Online.

2. Fashion

Pencarian di Google menggambarkan produk fashion memiliki konsistensi di hari-hari biasa dan tren menguat di periode tertentu, seperti jelang hari raya. Untuk memulai bisnis ini, Anda bisa memulainya dengan menjadi reseller atau dropshipper terlebih dahulu. Catatannya, Anda perlu memilih produsen produk yang berkualitas bagus. Jika toko sudah berkembang dan memiliki kenalan pemasok, menjadi penjual langsung adalah karier level selanjutnya. Produk fashion terlaris ada Pakaian Wanita dan Pria, Busana Muslim, Sepatu dan Jam Tangan.

3. Peralatan Rumah Tangga

Pada awal tahun 2021, Tokopedia mencatat peralatan rumah tangga jadi produk yang paling laku. Senada, Google mencatat penggunaan keyword, misalnya, ‘bedcover’, selalu mengalami kenaikan yang stabil. Selain itu, beberapa produk peralatan rumah tangga yang paling banyak dicari orang di antaranya adalah sprei, kompor gas, blender, dan bantal atau guling, atau kalian bisa membeli produk untuk dekorasi rumah.

4. Pembelian Gadget

Pembelian gadget, seperti smartphone, bukan hanya soal kebutuhan. Biasanya, orang membeli gadget baru sekitar 2 tahun sekali. Keluaran produk baru setiap tahunnya lantas menggoda orang untuk mengeluarkan dana meski tak butuh-butuh amat. Keuntungan penjualan gawai ini adalah potensi untung dari produk turunan atau aksesoris. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pencarian ‘casing hp’ dan ‘earphone’ di Google. Harbolnas 2019 pun mengungkapkan bahwa produk ponsel dan aksesorisnya menjadi yang paling laku.

Nah dari produk-produk jualan online di atas, yang mana nih yang termasuk usaha kalian? Customer banyak beli produk kalian yang mana? Sharing Yuk bersama Wira dengan ikut webinar perdana Waserda yaitu #WSRD01 bersama Romi Angger Hidayat yang berjudul “Mengenal tujuan dan Membangun Strategi Branding untuk UMKM di Sosial Media” akan banyak ilmu yang bisa kamu dapatkan lho.

 

Halo bos warung dan tetangga Indonesia!⁣

Untuk webinar perdana ini, @romijabrand yang merupakan founder @jagoan.branding dan @brandstory.indonesia akan berbagi ilmu tentang branding dan strateginya untuk usaha bos warung Indonesia⁣

‼️ Catat tanggalnya ya ‼️

“Mengenal Tujuan dan Membangun Strategi Branding untuk UMKM di Sosial Media”

🗓️ Senin, 11 Oktober 2021⁣

⏰ Pukul 14.00 – 15.00 WIB⁣

📍 Zoom Meeting, Online ⁣

📝Untuk umum dan GRATIS ⁣

📃 E-Certificate ⁣

📩 link regristration ⁣

https://bit.ly/WSRD01⁣

-⁣

Contact Person :⁣

Alifia (087883395868)⁣

Yuk, ikutan webinar ini dan segera daftar dengan scan QR code yang tertera atau melalui tautan pendaftaran webinar #wsrd01. GRATISSS!⁣