UMKM dan Pandemi

Tidak dapat pungkiri, sejak pandemi covid-19 hadir di Indonesia, beberapa sektor mengalami perubahan. Hal ini pun kerap dialami oleh para pegiat UMKM di Indonesia. 

Dikutip dari binis.tempo.co, sebanyak 47% pegiat UMKM mengalami gulung tikar. Wabah virus corona ini sangat memberikan dampak besar bagi pegiat UMKM. Menurut Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UMKM Indonesia, kebanyakan UMKM mengalami masalah kesehatan arus kas atau dapat dikatakan memiliki masalah terbesar dari segi keuangan, sehingga beberapa pegiat UMKM dengan terpaksa harus merumahkan karyawannya.

Tidak hanya dari segi keuangan, bahkan untuk supply stok produk mereka pun mengalami kendala. Terlebih pemerintah juga mengeluarkan kebijakan PSSB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di tahun 2020 dan kini ditahun 2021, Pemerintah Kembali mengeluarkan kebijakan untuk PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) untuk wilayah Jawa-Bali.

Apa yang dapat dilakukan para pegiat UMKM saat masa pandemi?

Teknologi terus berkembang, tidak ada salahnya UMKM pun mengembangkan usahanya secara melalui online. Penjualan secara online dapat dikatakan sebagai penjualan yang lebih luas. Hal ini juga dirasa cukup membantu untuk mengangkat penjualan yang terkendala dimasa pandemi. Namun, sebaiknya sebagai pengusaha pun perlu mengetahui bagaimana berwirausaha secara online agar terhindar dari hal-hal yang yang tidak diinginkan.

Bagaimana untuk berwirausaha secara online?

Utamanya, sebagai wirausaha harus mengenal platform atau media yang digunakan untuk usahanya. Gunakanlah platform atau media yang cocok dan sesuai dengan bentuk usaha yang dimiliki. Mungkin, sebelum menggunakan media online, target penjualan lebih sempit namun dengan menggunakan media online target penjualan perlu diubah karena lebih luas, tetapi jangan lupa tetap perhatikan target penjualan sesuai dengan produk yang ditawarkan. Tidak ada salahnya sebagai pegiat UMKM untuk memperbanyak ilmu berjualan secara online melalui seminar online yang diselenggarakan beberapa penyelenggara. Hal tersebut bermanfaat untuk menambah wawasan dari apa yang mungkin belum diketahui sebelumnya. Sehingga dalam prakteknya bisa lebih memahami apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan.

Pandemi belum berakhir, kita tetap harus berpikir. Bukan hanya tugas pemerintah untuk melawan pandemi Covid-19, kini semua menjadi tanggung jawab bersama. UMKM merupakan salah satu pendorong perekonomian bangsa. Sehingga, kita harus sama-sama bangkit dan berjuang melawan pandemi ini dengan segala kemampuan yang dimiliki.

#waserda #waserdaid #warungserbaada #umkmdanpandemi #lawanpandemi #bergerakbersama

Nah untuk tahap utama memiliki usaha, alangkah baiknya kita paham terlebih dahulu tentang brand awareness ya. Ingin tahu lebih lanjut tentang brand awareness? Yuk ikut webinar perdana Waserda yaitu #WSRD01 bersama Romi Angger Hidayat yang berjudul “Mengenal tujuan dan Membangun Strategi Branding untuk UMKM di Sosial Media

Halo bos warung dan tetangga Indonesia!⁣

Ada kabar menarik nih, Waserda akan mengadakan webinar perdana yang membahas tentang branding awareness untuk UMKM⁣

Untuk webinar perdana ini, @romijabrand yang merupakan founder @jagoan.branding dan @brandstory.indonesia akan berbagi ilmu tentang branding dan strateginya untuk usaha bos warung Indonesia⁣

‼️ Catat tanggalnya ya ‼️

“Mengenal Tujuan dan Membangun Strategi Branding untuk UMKM di Sosial Media”
🗓️ Senin, 11 Oktober 2021⁣
⏰ Pukul 14.00 – 15.00 WIB⁣
📍 Zoom Meeting, Online ⁣
📝Untuk umum dan GRATIS ⁣
📃 E-Certificate ⁣

📩 link regristration ⁣
https://bit.ly/WSRD01⁣
-⁣
Contact Person :⁣
Alifia (087883395868)⁣

Yuk, ikutan webinar ini dan segera daftar dengan scan QR code yang tertera atau melalui tautan pendaftaran webinar #wsrd01. GRATISSS!⁣